Sistem pembayaran UMKM online masih tradisional.
expresi media, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus
Martowardojo menyebut, kendala yang dihadapi oleh pebisnis pemula di
sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis online terutama
terkait dengan pembayaran. Hal ini karena sistem pembayaran nasional
saat ini belum mendukung.
"Kendala yang dihadapi pebisnis pemula payment. Sistem payment belum mendukung. Dari nasional payment gateway (sistem pembayaran satu pintu) sudah sampai mana?" kata dia saat ditemui di hotel Kempinski Jakarta, Rabu, 1 Juni 2016.
Agus mengaku, sistem pembayaran untuk perdagangan UMKM khususnya UMKM online atau e-commerce masih dilakukan dengan sistem pembayaran yang sederhana.
"Misalnya dengan cash on delivery, sistem transfer, kartu kredit. Jadi kita tidak kuatir dengan sistem pembayaran," ujarnya.
Terkait dengan nasional gateway, kata Agus, dewan gubernur sudah menyetujui konsep dasar dan peta jalan dari nasional payment gateway. Sehingga nanti akan bisa dijelaskan bagaimana konsep nasional payment gateway yang diarahkan oleh regulator.
Menurut Agus, perkembangan di sektor UMKM perlu didukung, sebab
sangat berperan bagi ekonomi negara. Dari 60 persen peran usaha kecil
menengah, 97 persen lapangan kerja diberikan oleh UMKM.
"UMKM itu tidak hanya membutuhkan modal dan akses keuangan dalam
bentuk pinjaman modal kerja. UMKM memerlukan sumber daya manusia yang
handal, manajemen standarisasi, sampai kepada praktek produksi yang
konsisten," ujarnya.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id

0 Response to "Sistem Pembayaran Jadi Kendala Pebisnis E-commerce"
Posting Komentar