expresi media- , Internet saat ini menjadi alat bantu yang berguna bagi pemenuhan kebutuhan informasi. Internet telah banyak digunakan di seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia. Hampir seluruh lapisan masyarakat di indonesia telah menggunakan internet. Bahkan hampir seluruh lapisan pendidikan mulai memperkenalkan internet kepada anak didiknya. Tidak hanya SMA, bahkan Sekolah Dasar pun telah menerapkan pengenalan tentang internet. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan internet, nampaknya memiliki pengaruh terhadap gaya hidup, terutama pada masyarakat di kota-kota besar.
Sebagai bagian dari Teknologi Informasi, internet memang menuju dua sisi. Disatu sisi, teknologi ini bisa bermanfaat apabila digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti: mencari bahan-bahan pelajaran sekolah, diskusi mata pelajaran, mencari program beasiswa, konsultasi dengan pakar, belajar jarak jauh, dan mencari metode-metode pengajaran berbasis multimedia. Namun sayangnya penggunaan internet justru malah bergeser kepada hal-hal yang negatif dan ini harus menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat, karena bagaimanapun kita tetap membutuhkan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi yang bersifat global, namun disisi lain kitapun juga harus siap untuk melakukan antisipasi untuk mengatasi dampak-dampak negatifnya. (wordpress.com2009-10-28)
Banyak efek negative yang di hasilkan dari perkembangan internet di era globalisasi saat ini. Pengaruhnya begitu besar dan menjangkau segala aspek masyarakat. Mulai dari anak kecil sampai penjabat negeri mengenal internet. Misalnya, Waktu luang yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar ataupun bekerja cenderung dihabiskan untuk berInternet ria.
Kemudian, banyaknya produk-produk internet seperti; jaringan social, game online, dan lain sebagainya yang memberikan kemudahan menjadikan asumsi kebutuhan dan makna pada seluruh manusia dan ini jelas merupakan alasan mengapa produk-produk media begitu menarik perhatian meskipun memiliki fungsi pengalihan pikiran juga. Media memberikan pelbagai respresentasi yang memuaskan hasrat kita akan makna.
Penggunaan multimedia seperti berkomunikasi lewat internet, chatting,, email, atau berselancar diruang cyber merupakan fenomena yang sedang merebak di tanah air.
Hal itu ditandai dengan menjamurnya warnet-warnet yang selalu dikunjungi, karena menurut anggapan para pengguna internet adalah lebih murah mencari nformasi secara global dari pada media lainnya.
Untuk lebih spesifiknya, ada empat tantangan yang harus dihadapi pada jaman digital ini dan akan diteliti dengan seksama secara mendetail. Yang pertama, rintangan-rintangan untuk memasuki ruang public yang diantarai secara digital adalah tingginya harga. Kedua, ancaman yang diajukan dari akibat dari hal yang pertama. Ketiga, bangkitnya masyarakat jaringan kerja. Terakhir, fenomena hilangnya ruang public.
Kasus yang terjadi pada saat ini banyak sekali institusi yang menjadikan area kerjanya menjadi area hotspot. Tidak salah mereka membuat fasilitas seperti itu untuk menunjang fasilitas kerja pegawai mereka. Namun sangat di sayangkan jika jam kerja kebanyakan pegawai yang bekerja disalahgunakan untuk berfacebook ria, twitteran, dan lain sebagainya.
Di zaman goblogisasi dan gombalisasi ini, manusia modern semakin tidak bisa bebas bergerak. Mereka sudah mulai tergantung, lebih tepatnya kecanduan, dengan produk-produk modern yang sebenarnya buatan mereka sendiri.
Sebut saja tivi, HP, game, alat-alat kosmetik (khusus para ladies), butik-butik kecantikan, internet, dan sederet produk lainnya. Peran media sangat penting dalam hal ini untuk menciptakan image pasar.
Itulah yang disebut budaya pop, budaya yang kini telah berubah wujud menjadi berhala yang disembah-sembah. Berhala itu kini bukan ditakuti, tapi justru disenangi yang digandrungi menjadi pujaan hati.
Meminjam istilah Hikmat Budiman, budaya populer telah menjadi semacam ‘lubang hitam kebudayaan’ yang menghisap ke dalamnya segala sesuatu yang ada di sekitarnya: tubuh, waktu luang, selera, gaya hidup, fashion, pengetahuan (pendidikan), hingga politik dan agama.
Akibatnya, bukan hanya segala aspek kehidupan manusia dikomodifikasi, tetapi lebih dari itu, seperti diresahkan Frankfrut School, budaya populer yang ditunjang industri budaya juga menembus, menyentuh, dan mengguncang kesadaran manusia.
“Di tengah arus yang serba ngepop ini, tentu kita sadar bahwa kita telah dihipnotis oleh berbagai rayuan sehingga menghilangkan kesadaran kita sebagai. Kita jangan mau dikendalikan budaya yang sebenarnya buatan manusia sendiri, sehingga terkadang kita menjadikannya sebagai berhala baru yang disembah-sembah. Kita harus bangun dari dunia yang meninabobokan kita, dunia khayal yang memberikan mimpi-mimpi
kalo ada kerjaan pun gue ragu
kalo emang berani coba pada ngaku
cek isi foldernya satu satu
Di kantor online pake proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitaspun kepepet
Jam kerja malah chatting YM
ngobrol online sama ehehem
atasan lewat langsung klik data pura pura kerja didepan mata
Reff:
Siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online online
online online
Jari dan keyboard beradu
pasang earphone denger lagu aku online online
online online
Nah, sepertinya lagu Online Saykoji cocok untuk para pekerja yang ketagihan ngenet. Internet seakan akan menjadi “Virus” yang menyebar kepada siapa saja dan memiliki efek candu yang menyerang penggunanya.
Disini tidak ada jawaban, tidak ada pemecahan masalah. Budaya yang memecahkan masalahnya dan dunia menentukan tujuan masa depannya secara dinamisn dan sinergis dari dalam budaya itu sendiri. Walaupun memang globalisasi media telah mengubah dunia menjadi “Pabrik” yang digilai para konsumen dan mengendalikan perusahaan-perusahaan raksasa tetapi juga berlangsung terus-menerus dan membuatnya menjadi tidak stabil.
Pengertian kedisiplinan pegawai pada dasarnya merupakan kepatuhan, ketaatan, kesetiaan, seorang pegawai terhadap ketentuan, peraturan, atau norma yang berlaku. Jika dikaitkan dengan kedisiplinan pegawai dapat dikatakann kedisplinan bagi pegawai merupakan peraturan yang wajib ditaati dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap Pegawai Negeri Sipil.
Kedisiplinan adalah keadaan yang menyebabkan atau memberikan dorongan kepada pegawai untuk berbuat atau melakukan sesuatu kegiatan sesuai dengan norma-norma atau aturan-aturan yang ditetapkan. Disiplin juga diartikan sebagai prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.
Selain itu, kedisplinan merupakan tindakan manajemen untuk mendorong para anggota organisasi memenuhi tuntutan berbagai ketentuan tersebut. Dengan kata lain, kedisiplinan pegawai adalah suatu bentuk pelatihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap dan perilaku karyawan sehingga para karyawan tersebut secara sukarela bekerja secara kooperatif dengan para karyawan yang lain untuk meningkatkan prestasi kerja.
Kedisiplinan menjadi faktor pengikat dan integrasi yaitu merupakan kekuatan yang dapat memaksa pegawai untuk memenuhi peraturan serta prosedur kerja yang telah ditentukan terlebih dahulu, karena dianggap bahwa dengan berpegang teguh pada peraturan, tujuan organisasi dapat tercapai. Pada suatu pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku, pegawai dapat dihukum. Tindakan disiplin dapat berupa teguran, skorsing, penurunan pangkat bahkan pemecatan. Organisasi dalam melangsungkan hidupnya melalui kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi, pada umumnya dilakukan secara dini, dan keberhasilan organisasi tersebut mutlak tergantung antara lain disiplin kerja yang kuat pada semua lapisan dalam organisasi. Disini disiplin kerja merupakan sikap kejiwaan seseorang atau kelompok yang senantiasa berkehendak atau mematuhi segala peraturan yang telah ditentukan.
Bagaimanapun budaya populer adalah realitas hidup kekinian yang tidak bisa dielakkan. Kita menghidupinya dalam rutinitas keseharian sehingga kadang sulit menemukan dimensi politis yang melekat padanya bahwa ia mampu memanipulasi kesadaran dan mengarahkan tindakan manusia. Bahkan memberhalakannya sebagai objek kenikmatan. Untuk itu kita harus lebih bisa mengatur kehidupan kita sebaik mungkin.
Sumber : http://larassutedja.blogspot.co.id

0 Response to "Pengaruh Internet Terhadap Manajemen Waktu"
Posting Komentar